Back

5 Ciri-Ciri Islamic Art

Seni atau art merupakan bentuk ekspresi diri seseorang yang dimanifestasikan dalam beragam bentuk. ekspresi yang diluapkan dalam gambar atau lukisan disebut seni rupa, seni olah bahasa disebut sastra, dan seni olah nada disebut musik. Seni merupakan hal universal yang dimiliki oleh siapa pun, termasuk umat Islam—lebih dikenal dengan istilah islamic art.

Seni dalam Islam

Sejak abad ke-7,  negara-negara yang terletak di Semenanjung Arab, seperti Kuwait, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, Yaman, Bahrain, Yordania, dan Irak menjadi pusat berkembangnya islamic art. Bergabung dan menyatukan kebudayaan masing-masing, membuat kesenian Islam semakin kaya. Peminatnya tidak hanya sesama masyarakat Arab saja, tetapi juga para pendatang dari berbagai daerah.

Ada banyak sekali seniman Islam yang tersebar di dunia. Beberapa di antaranya sangat terkenal, seperti Hassan Moussoudy, Ruh Al-Alam, Nadia Janjua, Ahmed Mustafa, dan El Seed, yang memadukan karya seni modern dan seni tradisional dalam karya-karyanya.

Ada juga seniman Islam dari zaman yang lebih lama , seperti Maulana Jalaluddin Rumi, Muhammad Al Farabi, Umar Khayyam, Hafiz Shirazi, Muhammad Iqbal, atau Syed Quthb. Termasuk yang berasal dari Indonesia, seperti Sunan Kalijaga.

Seni dalam Islam ikut berkembang seiring perubahan zaman. Seniman-seniman tersebut memadukan ilmu-ilmu seni dari belahan dunia lain, mengolahnya, kemudian mewujudkannya dalam islamic art dengan tujuan menyebarkan ajaran Islam yang cinta damai. Contohnya dapat kita lihat dalam karya-karya kaligrafi, arsitektur, lukisan, hingga tembikar.

Pada dasarnya, Islam memiliki beberapa batasan terhadap karya seni. Hal itulah yang menjadikan islamic art memiliki ciri khas tersendiri. Berikut ulasannya

Ciri-Ciri Islamic Art

1. Pesan Spiritual

Sesuai dengan tujuan seni dalam Islam, setiap karya seni selalu mengandung pesan-pesan spiritual. Baik berupa pengetahuan, kisah sejarah, maupun nasihat. Melalui karya seni, pesan spiritual lebih mudah tersampaikan daripada jika disampaikan secara langsung.

2. Menghormati Nilai Susila

Karya islamic art sangat menjaga kesopanan dan hubungan baik sehingga tidak menimbulkan perpecahan, seperti menghindari sifat kebancian dan timbulnya fitnah. Karya-karyanya juga selalu memiliki makna dan nilai pendidikan sehingga bukan merupakan karya yang kosong.

3. Menghindari Erotisme

Termasuk dalam kesopanan, karya islamic art menghindari bentuk karya yang mengandung unsur erotisme atau yang menggugah birahi. Meskipun sebenarnya itu hanyalah urusan bagaimana penikmat menganggap suatu karya, tetapi karya islamic art sangat berhati-hati dalam hal tersebut.

4. Tidak Meniru Ritual Agama Lain

Islam sangat menghargai agama lain, termasuk adat dan kebiasaannya. Namun  demikian, seni dalam Islam tetap menghindari unsur-unsur ritual yang ada di agama lain. Hal ini dipegang teguh sehingga kekhasan atau keunikan islamic art tetap terjaga.

5. Memiliki Sifat Universal

Islam merupakan agama yang universal dan mengutamakan kerukunan hidup bermasyarakat sehingga karya-karyanya tidak terlalu menjurus kepada sebuah kalangan saja. Keragaman inilah yang membuat islamic art semakin kaya.

Demikianlah ciri-ciri dan keunikan yang ada dalam islamic art. Semoga bisa menambah wawasan Anda mengenai seni dan kebudayaan Islam.

Yuk share artikel ini agar semakin banyak orang yang tahu indahnya Islam.

Post a Comment