Back

Indahnya Islamic Art dalam Dunia Fesyen

Perpaduan Islamic art dan fesyen belakangan menciptakan pasar sendiri. Pertumbuhannya yang cepat dan menjamur membuat industri fesyen bernuansa islami memiliki tempat yang unggul pada ekonomi Islam. Berbagai tren fesyen islami dikembangkan tidak lagi sebatas untuk keperluan aktivitas keagamaan, namun juga berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Sebut saja untuk pernikahan, traveling, pesta, hang out, kuliah, fotografi, bekerja, dan sebagainya.

Di Indonesia perpaduan Islamic art dan fesyen terjadi sejak abad ke-19. Ini bersamaan dengan para Wali Songo menyebarkan Islam. Kemudian, terus berkembang dengan melalui berbagai pro dan kontra. Mulai dari bentuk tunik yang dipakai santriwati, abaya yang lebar dan longgar. Kemudian, munculnya baju koko, jubah, perpaduan kaus dengan celana jins, hingga mode fesyen islami kontemporer dengan kerut, payet, bordir, perpaduan celana kulot, jarit, kaftan, dan sebagainya.

Mode fesyen islami kontemporer ini muncul sekitar tahun 2011. Berbagai gaya berjilbab yang tetap modis berkembang pesat. Komunitas-komunitas hijab yang menambah semaraknya dunia fesyen islami pun bermunculan. Ini menunjukkan betapa indahnya Islam sebagai agama yang dicerminkan dengan pakaian.

Posisi fesyen islami yang melejit ini membuat para desainer muslim tertarik untuk berkreasi. Mereka memadu-madankan budaya islami, lokal, dan kebutuhan konsumen ke dalam rancangan busana yang anggun. Lia Afif, Dian Pelangi, dan Rani Hatta adalah 3 sosok yang dikenal turut memopulerkan perpaduan Islamic art dan fesyen di tanah air. Kemudian, di kancah internasional ada Takashi Kimura, seorang desainer berkebangsaan Jepang.

Lia Afif

Lia menerapkan konsep etnik glam pada salah satu rancangan busananya. Perpaduan antara sifon, sutera, dan motif tenun nusantara Lia pilih untuk menonjolkan keindahan dan ragam etnik budaya nusantara. Berbagai bahan kain itu, ia hiasi dengan manik dan batu mulia. Tema busana muslimnya tersebut, yaitu tribal, denim, dayak, dan treasure of the sea.

Dian Pelangi

Siapa yang tak kenal dengan desainer dengan nama yang telah tersohor di pelosok negeri ini? Dian sering merancang berbagai model gamis. Ini karena tingginya peminat gamis modern di Indonesia untuk berbagai keperluan. Ia biasa memadukan berbagai warna cerah sehingga tampak elegan. Model batik dengan ornamen modern juga ia terapkan pada gamis rancangannya. Tak sebatas gamis yang cocok digunakan untuk berjalan-jalan, pesta, pengajian dan sebagainya. Ia juga merancang kebaya, rok, serta baju renang muslim.

Dian juga terkenal dengan padu padan bergaya street style. Warna ceria pelangi yang trendi dan tetap syari ia pilih untuk menampakkan kesan kasual, natural, serta tidak norak.

Rani Hatta

Rani menunjukkan kekhasan tersendiri dalam merancang busana muslim. Ia senang menaburkan nuansa abu-abu dengan mode kapsul minimalis pada rancangannya. Salah satu busana yang ia ciptakan bertema crossing. Busana ini berwarna hitam dengan aksen merah yang menggunakan pita webbing. Pita ini terletak di kerah, tengah, bagian dada, dan lain-lain. Agar tetap syari, Rani juga memadukan  rok lipit, bomba jacket dengan potongan tailor, oversized sweater berkerah tinggi, hoodie, dan vest tanpa lengan.

Takashi Kimura

Takashi Kimura merupakan desainer muslim Jepang yang bernama Islam Fatih. Salah satu rancangan busana muslimnya berbahan satin yang cocok digunakan pada daerah tropis. Takashi memadukan gaya Eropa dan Jepang dengan motif pola bunga berjumlah enam.

Berkat kebaikan muslim di dunia dan Indonesia, perkembangan Islamic art dan fesyen maju pesat dari tahun ke tahun. Kebutuhan berbusana yang tetap indah, elegan, stylish, namun syari semakin terpenuhi dengan adanya ide-ide kreatif pelaku industri busana.

Apakah menurut Anda artikel ini bermanfaat? Jika ya, jangan ragu untuk berbagi manfaat dengan klik “share”.

Post a Comment