Back

Mengenal Lebih Jauh Muzbnb: Situs Pencarian Penginapan bagi Wisatawan Muslim

Ada kabar baik bagi para wisatawan muslim. Saat ini, Anda tak perlu lagi merasa ragu saat berkunjung ke negara asing dengan budaya berbeda atau penduduk mayoritas non-muslim. Hadi Shakuur (CEO Muzbnb) bersama para pebisnis muslim di Washington DC, Amerika Serikat, menghadirkan Muzbnb yang dapat membantu wisatawan muslim menemukan penginapan yang mendukung nilai-nilai Islam.

Anda tentu tahu Airbnb, bukan? Situs wisata bagi orang yang ingin menyewa maupun menyewakan properti pribadi ini begitu terkenal di seluruh dunia. Dibandingkan menyewa hotel apalagi vila, tentu biayanya lebih terjangkau. Selain itu, ada sensasi tersendiri ketika bisa menginap di tempat tinggal warga lokal dan berinteraksi langsung dengan mereka,

Nah, Muzbnb memiliki konsep serupa dengan Airbnb. Perbedaannya, situs wisata ini diciptakan bagi wisatawan muslim. Walaupun begitu, pemilik rumah yang akan menjadi tempat menginap wisatawan selama berada di negara asing tak wajib beragama Islam. Mereka yang non-muslim pun berhak menyewakan tempat tinggal, asalkan bersedia menerima wisatawan muslim, memiliki ruang untuk shalat, menyediakan Alquran/literatur Islam, serta jarak penginapan dengan masjid/islamic centre maupun restoran halal terjangkau. Begitu pula dengan wisatawan non-muslim, mereka dapat menikmati layanan ini jika tertarik.

Ide menciptakan Muzbnb muncul karena Shakuur dan rekan-rekan pebisnisnya ingin mendorong pariwisata dunia, membangun komunitas wisatawan muslim secara global, terutama agar mereka merasa aman dan diterima saat bepergian ke negara asing. Harapan mereka, melalui Muzbnb, tak ada lagi cerita soal diskriminasi dan kesulitan yang dialami para wisatawan muslim selama perjalanan wisata.

Ya, diskriminasi memang belum bisa dipisahkan dari dunia pariwisata. Walau semua situs wisata melarang praktik diskriminasi, fakta di lapangan ternyata berkata lain. Tak sedikit wisatawan yang ditolak menginap oleh tuan rumah negara tertentu karena perbedaan suku, ras, maupun agama. Sebelum kemunculan Muzbnb pada 2016, beragam kasus diskriminasi membuat Stefan Hibah menciptakan Noirbnb demi memastikan perjalanan wisata orang kulit hitam berlangsung aman.

Selain memberikan referensi akomodasi bebas alkohol dan obat-obatan terlarang, Muzbnb juga menyediakan fitur pencarian penginapan berdasarkan gender, penginapan mana saja yang menerima wisatawan laki-laki, dan mana yang dikhususkan untuk perempuan. Ini tentu sangat bermanfaat bagi para wisatawan muslim yang masih lajang maupun bepergian seorang diri. Mereka dapat berwisata dengan tenang, bebas mengeksplorasi negara tujuan tanpa mengesampingkan kewajiban sebagai seorang muslim.

Muzbnb diyakini bakal berkembang dengan pesat, mengingat jumlah penduduk muslim di dunia begitu besar dan kesempatan wisatawan untuk berkunjung ke berbagai negara kini kian terbuka lebar. Berdasarkan data dari MasterCard’s 2016 Global Muslim Travel Index, pada 2015 tercatat sekitar 117 juta wisatawan muslim yang berwisata ke luar negeri, dan jumlah tersebut akan terus meningkat menjadi 168 juta pada 2020.

Lebih dari 1000 orang mendaftarkan diri di Muzbnb hanya dalam sebulan setelah diluncurkan, dan setiap tahunnya Shakuur menargetkan hingga 2000 pengguna baru, baik wisatawan maupun pihak yang menyewakan properti pribadi. Bagaimana, tertarik menjadi salah satunya? Sebelum mengeksplorasi negara impian, selamat mengeksplorasi Muzbnb!

Jika artikel ini dirasa bermanfaat, jangan hanya simpan sendiri ya. Share juga ke rekan dan kerabat.

Post a Comment