Back

Menghitung Bisnis Halal Di Indonesia dan Dunia

Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Maka dari itu, tentu saja kebutuhan pasar Indonesia terhadap produk-produk halal sangatlah tinggi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menunjukkan adanya peningkatan jumlah konsumen dan daya beli masyarakat terhadap produk dan registrasi halal.

Potensi bisnis halal pun semakin besar di berbagai belahan dunia. Inilah sebabnya banyak pebisnis muslim melebarkan sayapnya ke negara-negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis halal sudah menjamur dan semakin berkembang, bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh penjuru dunia.

Maraknya Bisnis Kosmetik Halal di Indonesia

Bisnis halal di Indonesia sudah berkembang ke berbagai bidang, mulai dari bidang kuliner hingga kosmetik. Produk kosmetik halal semakin sering ditemukan di mana-mana. Alasannya karena para muslimah sudah mulai menyadari bahwa memilih kosmetik berlabel halal itu sangat penting. Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah umat muslim, tak heran jika semua produk kosmetik lokal di Indonesia sudah bersertifikat halal dari MUI.

Untuk hitung bisnis halal di Indonesia, terutama di bidang kosmetik dan kecantikan, tentu tidaklah mudah karena hampir semua produk kosmetik berlomba-lomba untuk menunjukkan kehalalan produknya. Beberapa contoh produk kosmetik halal yang banyak digunakan oleh para muslimah Indonesia adalah Mustika Ratu, Martha Tilaar, dan Wardah. Ketiga contoh produk ini sudah merajai pasar kosmetik lokal di Indonesia karena bahan-bahannya yang halal dan kualitasnya yang unggul.

Bisnis Halal di Luar Indonesia

Tidak hanya di Indonesia, bisnis halal di luar negeri pun semakin berkembang. Saat ini, perusahaan-perusahaan start up Asia Tenggara mulai berfokus pada pasar muslim. Contohnya Fazal Bahardeen, seorang pebisnis yang berasal dari Sri Lanka. Ia membuat sebuah bisnis bernama Halal Trip untuk meningkatkan minat wisatawan muslim terhadap industri pariwisata dan perhotelan. Halal Trip memiliki sebuah aplikasi yang menyediakan tips-tips untuk membantu para muslim saat berwisata.

Selain Fazal Bahardeen, Yuna Zararu, penyanyi asal Malaysia dan pendiri November Culture, juga merintis sebuah bisnis halal di bidang fesyen. Ia mempromosikan fesyen yang sopan dan halal dengan menjual berbagai produk fesyen berbahan kulit imitasi, hijab dengan warna bervariasi, gaun lengan panjang, dan pakaian-pakaian yang sedang ramai di pasar daring.

Rushdi Siddiqui juga salah satu orang Malaysia yang menggeluti bisnis halal. Ia meluncurkan Zilzar, sebuah situs jual beli seperti Amazon versi muslim. Situs tersebut menjual banyak pilihan produk halal, seperti Alquran elektronik, tasbih, dan makanan halal. Ia memprediksi, pasar makanan muslim di seluruh dunia akan terus meningkat.

Kebutuhan pasar muslim di negara asing terhadap produk-produk halal bisa terlihat dengan maraknya penjualan makanan halal di Amerika Serikat. Menurut Imam Shamsi Ali, pimpinan Nusantara Foundation AS, bisnis halal mulai marak di Amerika Serikat semenjak tragedi 11 September 2001. Peningkatan bisnis halal, terutama kuliner, ini tidak hanya terjadi di wilayah mayoritas Islam di Amerika Serikat, tetapi juga di berbagai kota besar seperti New York.

Itulah tadi beberapa hal yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai perkembangan bisnis halal atau syariah di Indonesia dan dunia. Dengan semakin berkembangnya perusahaan start up di berbagai penjuru dunia, bisnis halal atau syariah sudah pasti banyak diincar dan akan semakin berkembang.

Share artikel ini untuk juga berbagi manfaat kepada umat muslim lainnya. Wasalam.

Post a Comment