Back

Mengenal Maher Zein, Penyanyi Inggris yang Terkenal Di Negara Muslim

Siapa yang tidak kenal dengan Maher Zain, yang 5 tahun belakangan ini aktif di balantika musik muslim Indonesia. Bersama  Fadly Vocalist Padi menyanyikan lagu Insya Allah yang ngehits.  Salamberkah.com ingin tahu lebih banyak tentang Maher Zain.

Lahir di Tripoli, Lebanon, pada 16 Juli 1981. Pria yang berprofesi sebagai penulis lagu, produser musik, dan penyanyi ini dikenal dengan nama Maher Zain, atau lebih lengkapnya, Maher Mustafa Maher Zain.

Maher Zain ialah seorang seniman musik yang berasal dari Swedia dan berdarah Lebanon. Melalui halaman media sosialnya yang dibanjiri penggemar, Maher Zain menjadi salah satu bintang dalam dunia musik islam modern. Album pertamanya ia beri judul “Thank You Allah” yang dirilis pada tahun 2009.

Setelah sukses mengangkat pamor musik Islam di kancah dunia melalui album pertamanya, album kedua pun menyusul dengan judul “Forgive Me” yang dirilis pada 2012. Lagu-lagu yang dibawakan oleh Maher bertujuan untuk menginspirasi, dan mengirimkan pesan-pesan perdamaian kepada dunia. Itulah sebabnya, Maher dapat dengan mudah diterima.

Untuk mengetahui tentang musisi islami yang satu ini, simak ulasannya sebagai berikut:

1. Pindah ke Swedia

Ketika berumur 8 tahun, Maher dan keluarganya pindah ke Swedia. Ia tumbuh dan bersekolah di sana, sampai kemudian mendapatkan gelar Sarjana pada bidang Teknik Penerbangan.

Setelah menyelesaikan sekolahnya, Maher bekerja dengan Nadir Khayat di industri musik Swedia, pada tahun 2005. Nadir Khayat ialah seorang produser musik asal Swedia kelahiran Maroko, yang lebih dikenal dengan nama RedOne.

1 tahun berlalu, Maher pun pergi ke Amerika untuk memasuki industri musik sebagai produser Kat Deluna. Karena merasa tidak cocok dengan kemewahan yang didapatnya ketika bersama RedOne, Maher akhirnya memutuskan untuk kembali ke Swedia dan menjadi penyanyi di sana, dengan musik bernapaskan islam.

2. Kerjasama dengan Perusahaan Musik Islam

Tahun 2009, Maher Zain bekerjasama dengan Awakening Records, sebuah perusahaan musik Islam. Dari sanalah ia memulai debutnya sebagai penyanyi islami.

Album pertamanya yang dirilis tahun 2009, berisikan 13 lagu dengan 2 lagu sebagai tambahan. Setelah itu, album pertamanya kembali dirilis dalam versi bahasa Perancis dan dengan iringan perkusi.

Kesuksesan yang diraih Maher bersama Awakening Records ini tidak lepas dari promosi yang dilakukan di media sosial, seperti Itunes, Facebook, dan Youtube. Awal tahun 2010, Maher mulai dikenal di negara-negara Timur Tengah dan Eropa.

Tak hanya itu, Maher juga mendapatkan beberapa platinum di Malaysia dan Indonesia, sebagai album dengan penjualan tertinggi. Pada April 2012, Maher merilis album keduanya dengan memasukkan lebih banyak lagu-lagu modern dan dinamis.

3. Dirilis dalam Pelbagai Bahasa

Tak hanya pandai bernyanyi, Maher pun dapat dengan mudah berbicara dalam pelbagai bahasa melalui lagu-lagunya. Salah satu lagu dalam album pertamanya yang berjudul “Insha Allah”, ia nyanyikan ke dalam 5 jenis bahasa, diantaranya, Turki, Arab, Melayu, Perancis, dan Indonesia.

Lagu lainnya yang berjudul “Allahi Allah Kiya Karo” juga ia nyanyikan dalam bahasa Urdu bersama penyanyi asal Kanada, Irfan Makki.

Penyanyi muslim asal Swedia ini juga sudah banyak menggelar konser di beberapa negara, seperti, Amerika, Inggris, Mesir, Arab Saudi, Malaysia, dan Indonesia. Ia bahkan memiliki klub penggemarnya sendiri, yang tersebar di seluruh dunia.

Musisi seperti Maher Zain membuktikan bahwa musik islami pun dapat dengan mudah diterima karena mengandung unsur-unsur perdamaian dan menginspirasi. Demikian informasi yang dapat disampaikan. Share ya artikel ini, biar makin banyak kenal dengan Maher Zain, Semoga bermanfaat.

Post a Comment