Back

Fashion Icon Muslim Di Eropa

Seiring berkembangnya jumlah muslim di Eropa, baik pendatang maupun warga lokal, pertumbuhan pasar muslim pun makin pesat. Salah satu pasar muslim yang besar adalah dalam bidang fashion. Beberapa tahun belakangan, berbagai merek pakaian ternama dunia mengeluarkan lini pakaian muslimah, sebut saja Dolce & Gabbana, H&M, hingga Uniqlo. Namun, jauh sebelum mereka mengeluarkan produk-produk unggulannya, Eropa punya beberapa fashion icon muslim yang wajib diikuti para hijabista (gabungan kata ‘hijab’ dan ‘fashionista’) di seluruh dunia.

Keberadaan fashion icon muslim di Eropa tentu menjadi perwakilan wajah Islam sesungguhnya. Mereka memilih membaurkan diri dan berasimilasi dengan budaya lokal, sesuatu yang selalu dilakukan Islam di seluruh penjuru dunia. Cara mereka mengekspresikan diri lewat fashion merupakan upaya agar tetap menjadi bagian dari masyarakat, tanpa menanggalkan identitas diri sebagai muslimah. Siapa sajakah fashion icon muslim di Eropa yang berpengaruh?

1. Dina Torkia (@dinatokio)

Merupakan seorang muslimah berkebangsaan Inggris yang dikenal sebagai desainer, Youtuber, dan fashion blogger. Dengan pengikut mencapai 1,3 juta orang di Instagram, Dina dianggap sebagai hijabista berpengaruh di dunia. Ia mulai aktif di dunia maya tahun 2012, sekaligus membuka jalan bagi muslimah Eropa untuk unjuk gaya dengan hijabnya. Ia senang bereksperimen dengan berbagai warna dan pola, sehingga membuat gayanya terlihat unik.

2. Hana Tajima (@hntaj)

Dikenal sebagai desainer fashion yang menjadi seorang mualaf dan berdarah campuran Inggris – Jepang. Ia membutuhkan waktu panjang untuk menemukan gaya berbusana yang pas agar tetap bisa sederhana sesuai aturan Islam, tetapi juga terlihat modern. Akhirnya ia merancang sendiri pakaiannya yang sesuai dengan preferensi gayanya, yang ternyata menarik pembeli muslim dan nonmuslim. Bahkan, ia berkolaborasi dengan label Uniqlo pada tahun 2015 dan mendulang hasil manis.

3. Mariah Idrissi (@mariahidrissi)

Seorang model berkebangsaan Inggris dengan darah Pakistan dan Maroko dalam dirinya. Ia dikenal setelah menghebohkan dunia fashion Eropa karena menjadi model dalam video bertitel “Close the Loop” milik merek pakaian H&M tahun 2015. Ia menegaskan kemunculannya bisa dibilang sebagai upaya memperkenalkan hijab kepada masyarakat Eropa. Namun, Mariah menyatakan hendaknya niatan berhijab justru bukan karena bisa modis dan bergaya. Berhijablah untuk menutup aurat karena hakikat hijab sesungguhnya adalah untuk tampil sederhana.

4. Imane Asry (@fashionwithfaith)

Adalah hijabista berkebangsaan Swedia yang dikenal dengan gaya sederhana dan minimalis. Gaya Skandinavia yang kental dengan unsur minimalis tecermin dalam keseharian Imane. Ia memadupadankan pakaian warna dasar dan solid seperti hitam, putih, abu-abu, dengan kerudung bernuansa pastel yang menghasilkan gaya sederhana tapi tampak elegan.

5. Ruba Zai (@hijabhills)

Seorang fashion blogger yang berdomisili di Belanda. Gaya Ruba menonjolkan warna-warna netral dengan mencampurkan unsur retro dan vintage di dalamnya. Sapuan lipstik berwarna merah menyala di setiap outfit menjadikan Ruba terlihat anggun.

Kelima fashion icon muslim di Eropa tadi tentu bisa menjadi referensi berpakaian modern dan islami. Mana gaya hijabista yang paling menarik untuk diikuti? Yuk, share info ini agar teman-temanmu tahu.

Post a Comment