Back

Ini 3 Market Muslim yang Mengejutkan

Bagi penduduk muslim yang menjadi minoritas di negara-negara nonmuslim, memperoleh kebutuhan harian tidak selalu mudah. Mereka harus berhati-hati dan cermat dalam memilih produk mana yang boleh dikonsumsi dan mana yang tidak. Namun, populasi umat muslim dunia saat ini tumbuh begitu pesat, bahkan mencapai dua kali lipat pertumbuhan populasi nonmuslim. Keberadaan muslim di negara-negara nonmuslim pun memunculkan market muslim yang potensial, terutama dalam pemenuhan kebutuhan produk halal.

Banyaknya jumlah penduduk muslim pun membuat permintaan produk halal meningkat. Tak hanya sebatas makanan dan minuman, tetapi juga kosmetik, wisata, pekerjaan, hingga aktivitas keuangan dan perbankan yang berbasis nilai-nilai Islam. Menariknya, market muslim yang menggiurkan ini justru tumbuh di negara-negara nonmuslim. Negara mana sajakah itu?

1. Australia

Negara ini memprediksi Islam akan menjadi agama kedua terbanyak di negaranya pada tahun 2050. Tentu ini membuat market muslim di Australia terbuka lebar bagi para pebisnis. Nyaris setiap lini kehidupan muslim di Negeri Kanguru ini terfasilitasi oleh produk bernuansa islami, mulai dari makanan dan minuman, wisata, media, fashion, hingga farmasi.

Berbagai kegiatan untuk mengukuhkan keberadaan market muslim Australia pun digelar, mulai dari Halal Expo, pertemuan, konferensi, sampai seminar yang diselenggarakan untuk mempromosikan produk dan jasa serba halal bagi pesertanya. Tidak seperti satu dekade lalu, kini mudah bagi siapa pun untuk menemukan penyedia produk dan jasa halal di Australia.

2. Inggris

Dengan jumlah penduduk muslim sebanyak 3 juta jiwa pada tahun 2016, kaum muslim muda Inggris berperan penting dalam menggerakkan market muslim di negeri Ratu Elizabeth ini. Banyak fashion blogger berhijab asal Inggris yang berpengaruh di media sosial dengan jumlah pengikut yang tak sedikit. Gaya para hijabista (gabungan kata ‘hijab’ dan ‘fashionista’) ini merupakan bentuk asimilasi identitas diri mereka sebagai muslimah dengan budaya setempat, sehingga menghasilkan ekspresi fashion yang modern, tetapi tetap sederhana dan islami.

Fakta ini diperkuat dengan event London Modest Fashion Week (LMFW) 2017 by Haute Elan, e-commerce fashion muslim. Sambutan hangat para peminat fashion menempatkan LMFW sebagai ajang fashion week yang ditunggu-tunggu tahun ini.

3. Jepang

Sadar akan besarnya jumlah wisatawan muslim yang berkunjung ke negerinya setiap tahun, Jepang pun melakukan gebrakan besar pada skema pasar dan produksinya Nippon Asia Halal Association, salah satu lembaga yang dapat menerbitkan sertifikat halal di Jepang, menyerukan kepada pengusaha Jepang untuk turut menggarap market muslim Jepang. Hal ini bisa berdampak positif untuk turisme dan ekspor.

Sementara Made in Japan Halal Support Committee mendorong berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan ramah muslim di Jepang agar dapat mengakomodasi kebutuhan penduduk dan wisatawan muslim. Halal Media Japan menyediakan informasi produk dan jasa halal secara online, mulai dari restoran, penginapan, hingga lokasi masjid atau musala di berbagai tempat publik. Sinergi beberapa lembaga di Jepang ini menunjukkan keseriusan Jepang untuk menjadi destinasi wisata ramah muslim, sehingga mereka bebas berwisata di Jepang tanpa merasa cemas.

Itulah 3 market muslim menjanjikan bagi pebisnis yang jeli membaca peluang. Pada akhirnya, produk dan jasa Halal tak hanya untuk muslim semata, tetapi terbuka bagi semua orang, apa pun agamanya.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa share artikel ini ke teman-teman Anda!

Post a Comment