Back

Tren Muslim Cloth di Dunia

Dalam beberapa tahun terakhir, populasi umat muslim mengalami peningkatan yang signifikan, seiring jumlah pemeluk agama Islam yang terus merangkak naik. Menurut analisis data dari PEW Research Center, sebuah lembaga riset Amerika, jumlah umat muslim saat ini adalah sekitar 24% dari total populasi dunia. Peningkatan populasi  tersebut mendorong pesatnya perkembangan industri busana muslim atau secara global lebih dikenal sebagai modest fashion. Pangsa pasar muslim cloth di berbagai negara sangat besar, didukung tingginya penyebaran penduduk muslim dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia.

Perubahan tren yang begitu dinamis menjadi daya tarik  yang memikat industri mode dunia. Konsep ini pun semakin dilirik oleh merek-merek besar dan terkenal. Sebutlah misalnya Dolce&Gabbana dan Uniqlo yang kini meluncurkan koleksi hijab. Untuk kerudung, merek Hermes digilai banyak muslimah sebagai pilihan untuk dikenakan ke acara-acara istimewa.

Pakaian muslim yang awalnya sederhana dan terkesan ketinggalan zaman mengalami modifikasi di sana-sini. Variasi yang ditawarkan dalam berhijab pun kian beragam. Muslim cloth dengan gaya padu-padan sangat digemari hampir di seluruh dunia. Gaya padu-padan ini membuat busana yang sama bisa dipakai dengan tampilan yang berbeda, sehingga lebih fleksibel dan efisien. 

Keadaan iklim dan topografi suatu wilayah berpengaruh pada gaya hidup dan cara berpakaian masyarakatnya. Di Eropa, tren yang diminati adalah yang desainnya fungsional dengan warna-warna cenderung kalem. Berbanding terbalik pada masyarakat muslim di Benua Afrika yang lebih suka warna-warna terang dan desain yang menarik perhatian. Sedangkan di Timur Tengah menyukai muslim cloth beraksen unik.

Gaya hijab di Asia seperti Indonesia dan Malaysia lebih beragam. Khusus untuk Indonesia, bisa dikatakan segala mode hijab memiliki tempat dan peminatnya sendiri. Gaya berhijab muslimah di Indonesia bahkan dikatakan memimpin tren hijab di Asia Tenggara. Muslimah Indonesia memang memiliki selera yang istimewa terkait padu-padan hijab, baik itu dari segi warna, corak maupun modelnya. Cara perempuan Indonesia mengenakan hijab  menjadi daya tarik sendiri bagi muslimah di Asia Tenggara. Gaya berhijab yang enak dilihat namun tetap berpatokan pada kaidah islami.

Penggunaan media sosial yang begitu tinggi membuat keberadaan selebgram hijab memiliki pengaruh yang besar pada tren muslim cloth di seluruh dunia. Apa yang terlihat bagus dikenakan oleh para selegram akan dengan cepat menulari muslimah di berbagai belahan dunia untuk ikut memakainya. Hanatajima, seorang Inggris keturunan Asia yang gayanya banyak menginspirasi muslimah hingga desainnya memikat  merek Uniqlo untuk berkolaborasi.  Ada juga Leena, selebgram cantik asal Texas, salah satu postingannya di Instagram sukses membuat abaya menjadi tren.    

Setelah bertahun-tahun desain hijab begitu rumit dan aneh-aneh, belakangan hijab syar’i atau busana yang sesuai syariat Islam kembali menjadi muslim cloth pilihan wanita muslimah. Jilbab-jilbab besar semakin disukai, dipadu gaun dengan model yang lebih sederhana dan menutupi bentuk tubuh. Bahan kain didominasi  organdi dan satin yang tampak elegan. Sementara untuk pilihan warna lebih ke warna-warna alam yang netral dan tidak mencolok. 

Semoga bermanfaat dan jangan lupa share artikel ini ke teman-teman Anda!

Post a Comment