Back

1,5 Miliar Penduduk Dunia Muslim, ke Mana Saja Mereka Berwisata?

Potensi ekonomi dunia muslim tidak hanya datang dari mode pakaian saja. Ada banyak lini bisnis lain yang berpeluang untuk terus dikembangkan. Salah satu yang patut mendapat perhatian adalah industri pariwisata. Jumlah populasi muslim yang sangat besar jadi alasan penting mengapa bidang usaha ini amat menarik.

Data Pew Research Center (PRC) menyebut jumlah pemeluk Islam di dunia mencapai 1,5 miliar pada 2009. Angka itu diprediksi akan melonjak menjadi sekitar 3 miliar pada tahun 2060, sekaligus menempatkan Islam sebagai agama terbesar di dunia untuk pertama kali sepanjang sejarah.

Karenanya, wajar jika pariwisata dianggap sebagai salah satu penopang menggeliatnya ekonomi dunia muslim. Menurut data Global Muslim Travel Index (GMTI) MasterCard-CrescentRating 2017, tercatat sebanyak 121 juta muslim bepergian secara internasional dengan nilai transaksi sebesar US$155 miliar atau setara Rp2.089 triliun sepanjang tahun 2016. Lalu, ke mana saja mereka berpergian? Berikut rangkumannya:

1. Malaysia

Selama tujuh tahun berturut-turut, Malaysia menempati puncak tujuan wisata favorit dengan indeks skor GMTI sebesar 82,5 poin. Kemudahan akses terhadap sarana ibadah, kelengkapan infrastruktur transportasi, ketersediaan hotel syariah, kalender kegiatan islami, hingga destinasi wisata ramah bagi muslim adalah sejumlah faktor yang semakin memantapkan posisi Malaysia. Adapun lokasi yang kerap menjadi destinasi favorit di antaranya: Islamic Art Museum, Masjid Kota Iskandar, Menara Kembar KLCC, sampai sensasi kudapan halal di Penang.

2. Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab (UEA) merupakan salah satu pionir wisata syariah di dunia. Sejak lama negara tersebut mempersiapkan berbagai infrastruktur dan regulasi yang dapat memanjakan para wisatawan muslim. Tahun 2016 UEA meraih indeks sebesar 76,9 poin. Adapun lokasi populer bagi pelancong Muslim di antaranya: Burj Khalifa, Air Mancur Dubai, Masjid Agung Sheikh Zayed, dan Galeri Seni Al Jaber.

3. Indonesia

Dalam ajang World Halal Tourism Award 2016, Kota Lombok berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus: Situs Pariwisata Halal Terbaik, Resor Tepi Pantai Halal Terbaik, dan Destinasi Bulan Madu Halal Terbaik. Keberhasilan Lombok sejalan dengan peningkatan peringkat Indonesia dalam daftar GMTI ke posisi dua sekaligus menggeser Turki.

4. Turki

Posisi Turki sebagai bagian penting sejarah peradaban Islam memberikan dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan muslim ke negara tersebut. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah ketersediaan hotel syariah, konektivitas jaringan udara, wisata malam halal, hingga fasilitas spa khusus wanita dan laki-laki. Menaiki balon udara di Cappadocia, berendam di Pamukkale, dan berbelanja di Grand Bazaar jadi pilihan utama banyak turis muslim.

5. Qatar

Dalam riset GMTI 2017, Qatar memiliki indeks sebesar 70,5 poin dengan faktor penunjang utama seperti kelengkapan fasilitas bandara, kemudahan akses sarana ibadah, hingga ragam pilihan makanan halal. Selain itu, keputusan pemerintah Qatar yang membebaskan visa bagi 80 negara cukup memberikan pengaruh. Adapun sejumlah lokasi wisata favorit di antaranya: Museum of Islamic Art, Katara Cultural Village, hingga Hamparan Pasir Perak di Khor Al Adaid.

Di luar perkembangan signifikan pariwisata halal yang tengah meledak di dunia muslim, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi.  Nah, sebagai bagian dari umat muslim, sudah sepatutnya kita turut berperan dalam memaksimalkan potensi bisnis dunia muslim. Yuk, sebarkan info bermanfaat ini ke teman-teman!

Post a Comment