Back

Apa sih Halal Tourism Itu?

Pariwisata halal atau yang sering disebut halal tourism merupakan salah satu bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan muslim dengan pelayanan yang mematuhi aturan syariat.

Sebagai contoh, pelayanan dalam pariwisata halal ini di antaranya adalah hotel yang bersih dari makanan atau minuman yang mengandung alkohol, atau yang memiliki kolam renang dan fasilitas publik yang terpisah bagi pria dan wanita.

Tidak hanya hotel, penyedia jasa transportasi juga diharuskan memakai konsep islami. Mereka dituntut untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim dalam melaksanakan ibadah salat selama perjalanan. Kemudahan tersebut bisa diaplikasikan pada penyediaan tempat salat di dalam kendaraan baik bus, kereta, atau pesawat.

Pemberitahuan datangnya waktu salat baik berupa pengumuman maupun azan juga sangat dianjurkan. Terlebih ketika bulan Ramadan tiba, adanya pemberitahuan kapan waktu untuk berbuka memudahkan wisatawan muslim dalam membatalkan puasa. Tidak adanya makanan atau minuman yang mengandung alkohol serta memberikan hiburan islami selama perjalanan, juga merupakan bentuk kepedulian pengelola jasa transportasi akan kebutuhan wisatawan muslim yang mereka layani.

Pariwisata halal tentunya mengutamakan produk-produk halal yang aman dikonsumsi untuk turis muslim. Sejatinya, konsep ini juga dapat dinikmati oleh para turis nonmuslim. Jika bagi turis muslim, wisata halal adalah bagian dari dakwah, maka bagi yang nonmuslim, wisata halal dengan produk halal ini adalah jaminan sehat. Karena dalam prinsip Islam penerapan kaidah halal itu berarti menyingkirkan hal-hal yang membahayakan bagi manusia dan lingkungannya, baik dalam produk maupun jasa.

Tentunya hal ini dapat memberikan kebaikan secara umum, sesuai dengan misi Risalah Islamiyah yang bersifat Rahmatan Lil-‘Alamin. Sistem syariat dalam pariwisata berunsur Islam juga mengajarkan manusia agar hidup tenang, aman, dan sehat. Selain tidak menyediakan makanan dan minuman beralkohol, hiburan yang jauh dari kemaksiatan akan membuat kita tenang serta nyaman.

Dalam perkembangannya, pariwisata halal terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Peningkatan ini bahkan memicu negara-negara dengan mayoritas penduduk nonmuslim seperti Thailand, Jepang, dan China untuk berlomba-lomba mempersiapkan pelayanan wisata halal mereka yang terbaik. Sementara Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia justru belum dapat menciptakan wisata yang ramah muslim karena sebagian besar agen travel di negara ini masih terfokus pada paket wisata haji dan umroh.

Tingginya angka wisatawan muslim di dunia membuka lebar peluang terciptanya pariwisata ramah muslim. Potensi yang belum banyak disadari oleh masyarakat di Indonesia ini dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Kementerian Pariwisata pun terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi pengembangan pariwisata berbasis halal sesuai syariat Islam.

Beberapa daerah yang menjadi target terciptanya halal tourism adalah Lombok, Padang, Aceh, dan Banyuwangi. Diharapkan, dengan berkembangnya wisata halal ini dapat menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata yang ramah bagi turis muslim maupun nonmuslim. Bukan hanya pada destinasi wisatanya, akan tetapi juga pada fasilitas penunjang yang harus sesuai standar halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sudah tahu, bukan apa itu halal tourism? Yuk, bersama-sama tingkatkan pariwisata Indonesia yang ramah bagi wisatawan muslim dan nonmuslim. Jangan lupa juga untuk berbagi inspirasi dengan membagikan artikel ini ya!

Post a Comment