Back

Menghitung Potensi Halal Toursim Di Dunia

Pada masa ini, konsep syariah terus berkembang di berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali pariwisata. Adanya konsep ini dalam pariwisata tentu cukup menjadi perhatian, terutama dalam hal bagaimana kita melihat peluang perkembangan yang dimiliki dengan menghitung potensi halal tourism di berbagai belahan dunia.

Prinsip syariah atau wisata halal yang berkembang merupakan salah satu pilihan ideal yang dimiliki oleh para pelancong yang tetap ingin melakukan pelesiran ke berbagai tempat wisata, tapi tetap sesuai dengan syariat.

Beberapa hal yang menjadikan wisata halal terus berkembang adalah jumlah penduduk muslim dunia. Seperti yang kita ketahui, jumlah penduduk muslim terus bertambah setiap tahunnya. Diperkirakan jumlah populasi penduduk muslim dunia akan mencapai lebih dari 2 milyar 1 atau 2 dekade ke depan. Jumlah ini terus mengalami peningkatan lebih dari 30%  dari jumlah sekitar 1,5 miliar populasi.

Dari keseluruhan jumlah populasi yang ada, berdasarkan riset oleh lembaga pemerhati wisata halal dunia, terdapat lebih dari 116 juta muslim yang melakukan pelesiran per  tahun 2016 dan meningkat sebesar 3% pada tahun 2017 menjadi lebih dari  120 juta orang dan diperkirakan akan terus mengalami kenaikan pada tahun-tahun yang akan datang.

Sementara itu, jumlah keseluruhan dana yang dihabiskan oleh wisatawan muslim ini mencapai lebih dari US$ 150 miliar.  Tentu jumlah ini tergolong angka yang fantastis. Dana sebesar ini mengucur untuk memenuhi kebutuhan mereka selama berwisata, seperti akomodasi hotel, kunjungan ke objek wisata, makan, berbelanja, dan kebutuhan wisata lainnya.

Dengan jumlah pemasukan yang cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, tidak heran kalau wisata halal menjadi salah satu sumber pemasukan devisa bagi negara-negara tujuan wisata.

Namun, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum seseorang melakukan kunjungan wisata, yaitu keberadaan atraksi wisata atau objek wisata, aksesibilitas untuk mencapai destinasi wisata tersebut, serta fasilitas dan layanan yang ditawarkan serta keamanan dan kenyamanan yang ditawarkan di kawasan wisata. Hal inilah yang menjadi rujukan bagi pengelola pariwisata untuk terus berbenah dalam meningkatkan layanannya khususnya layanan wisata yang sesuai dengan koridor Islam.

Negara-negara tujuan wisata halal dunia, seperti Indonesia, Jepang, Australia dan beberapa negara lainnya pun terus berbenah  dalam memenuhi kebutuhan para pelancong muslim. Seperti ketersediaan hotel yang berkonsep syariah, makanan-makanan halal, serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya di tempat-tempat umum, seperti tempat wudhu dan rumah-rumah ibadah seperti masjid dan musala.

Dengan peluang yang semakin terbuka, potensi perkembangan halal tourism tentu akan terus mengalami peningkatan. Khususnya negara-negara yang memiliki kesempatan besar untuk menjadi destinasi wisata halal dunia, salah satunya yaitu Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Nah, semoga informasi di atas bermanfaat buat teman-teman sekalian ya. Yuk, dukung terus Islam agar makin maju dengan turut menerapkan halal tourism.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa share artikel ini ke teman-teman!

Post a Comment